Catatan Perjalanan : Bumi Sulawesi , Bumi yang perlu orang-orang IT Bertangan Besi

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Catatan Perjalanan : Bumi Sulawesi , Bumi yang perlu orang-orang IT Bertangan Besi

Minggu Tanggal 4 Desember 2011 , siang hari sekitar pukul 13.00 wita kakiku menginjak tanah Sulawesi untuk pertama kalinya. Siang itu perjalanan dari Ujung Pandang(Makassar) dilanjutkan ke Kota Palu Sulawesi Tengah. Ya, tujuan perjalanan kali ini ke Kota Palu Sulteng. Seperti perjalanan-perjalananku yang lalu baik ke Nunukan-Kaltim, Sambas-Kalbra,Banjarmasin-Kalsel, dll , keberangkatanku kini juga dalam rangka proyek IT. Sistem Informasi Manajemen Distribusi. Kali ini tidak sendirian, melainkan bersama TIM, juga sama-sama berasal dari Kediri.

Mengartikan Kata Sulawesi sendiri , ambil dari browsing di internet adalah SULA artinya : 1. tongkat besi dsb yg runcing atau tajam ujungnya (untuk mengupas kelapa dsb); linggis; 2. tongkat kayu atau bambu yg runcing atau tajam ujungnya untuk menghukum orang; Sedangkan arti kata WESI : samadengan BESI. Jadi tongkat yang ujunganya runcing terbuat dari besi. Jika arti itu di gabung dari 2 kosa kata SULA dan WESI. Untuk terjemahan bebasnya saya kurang mengerti. Sampai di Palu sektiar pukul 14.15 wita. Bandara Mutiara , bandara yang bisa dibilang biasa saja. Masih level berkembang, dan saat ini sedang dibangun gedung baru yang lebih representativ untuk pelayanan penumpang pesawat. Untuk setingkat ibu kota propinsi , Palu masih kota yang sedang menggeliat alias berkembang jika dibandingkan dengan ibu kota Sulawesi Selatan, Makassar. Palu merupakan kota teluk dengan luas yang bisa dikatakan cukup layak sebagai ibu kota propinsi. Semua sektor sedang berkembang. Namun begitu, pemda setempat harus dipacu secepatnya untuk mengembangkan Kota Palu untuk mengejar ketertinggalannya dari ibu kota – ibu kota propinsi di Indonesia lainnya. Sektor hotel , Mall , Instansi Pemerintahan, Kampus , obyek wisata , SDM , investor , dunia bisnis dan lain-lain, smuanya perlu disinergikan.

Sebagai test case awal, sebelum pulang dari Palu , kami mencoba memasang iklan di Koran Radar Sulteng . “Menerima pembuatan software / sistem informasi : Aplikasi Retail/Distributor/Pabrik, Sistem Akademik, Sistem Kepegawaian, Rumah Sakit, dll bla bla bla…”. Dengan harapan sejauh mana respon dari masyarakat Palu terhadap IT. Karena saya fokus ke IT terutama pemrograman , baik program database maupun interfacing , tentu harapan saya pada Kota Palu ini bisa membukakan “aura IT” di Palu. Setelah beberapa kali keliling dan bertanya-tanya ternyata di Kota Palu ini masih minim usaha di bidang Software. Paling banter penjualan hardware,laptop,service dan aksesoris komputer. Browsing google juga minim informasi dari kegiatan IT , dilihat dari website Pemda setempat juga masih perlu dibenahi sana-sini. Hal ini bisa mengindikasikan 2 kemungkinan, yg pertama mungkin memang belum melek IT , yang kedua , masyarakat Palu sudah memiliki gairah ingin mencicipi IT tapi belum ada investor IT di sini. Keduanya memiliki potensi untuk mbabat alas IT di kota ini. Untuk itu memang diperlukan orang-orang IT “bertangan besi”….

Selama mengerjakan SIM Distributor ini : client sangat welcome sekali, pembayaran sangat mudah, memberikan kenyamanan saat disini, semua berjalan dengan lancar.

(bersambung….)

@Bandara Mutiara Palu

Hendrik

SIMPEG menjadi Best Practices , Kepuasan Programmer


Alhamdulillah...kata itu tak terbendung , merespon kabar ketika mendengar langsung dari staff BKD Kab. Gresik bahwa SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) Badan Kepegawaian Gresik telah mendapatkan salah satu yang menjadi mendapat kategori Best Practices dalam Pembangunan SIM di beberapa Pemda yang melaksanakan proyek ADB.
SIM KEPEGAWAIAN merupakan SIM yang diikuti oleh 34 Pemda. Menjadi yang terbaik diantara SIMPEG-SIMPEG yang dibangun itu melalui suatu proses penilaian TIM dari Jakarta yang diantaranya berasal dari KEMENDAGRI. Tim Penilai melakukan penilaian pekerjaan dari satu Pemda ke Pemda lainnya yang juga mendapatkan dana pembanungan SIMPEG tersebut.

Hanya satu kata yang terucap ketika mendengar itu : "ALHAMDULILLAH..." (tanpa ada tambahan kata ya dibelakang alhamdulillah seperti jargonya Syahrini). Terbayang dalam pikiran saya ketika berjibaku membangun SIMPEG. Tak terperikan "perjuangan dan pengorbanan" mendevelop SIMPEG tersebut. Walaupun tidak mendapatkan semacam Piagam Penghargaan dari panitia ADB, hanya ditampilkan di slide dalam lokakarya, itu sudah menjadi "apresiasi" tersendiri. Inilah kebanggaan seorang programmer,takkan ternilai dengan apapun. Semakin terlecut untuk memperbaiki terus dan terus.

Behind the storynya cukup panjang apabila saya tuliskan di blog ini sekarang, sepanjang source code SIMPEGnya , insyaalloh dilain waktu saya sambung. Semoga .....

SOLUSI DAHULU ATAU INSPIRASI DAHULU ???



Entah apa namanya tiba-tiba dalam semalam pekerjaan ngoding yang “tak bisa kulakukan” bisa selesai saat itu juga. Yakni membuat program mencetak dari Printer Barcode Merk SATO Serie CX400. Bagi saya ini hal baru. Sebab tidak semua client mau membeli printer itu kalau tidak benar-benar perlu. Selain harganya kisaran 5 juta-an, tingkat kebutuhan user juga jarang sekali menggunakan cetak barcode di printer khusus barcode. Printer ini memang khusus untuk mencetak kode barcode.

Program ditujukan untuk mencetak dan menscan barscode yang digabung ke suatu sistem yang memudahkan untuk pemrosesan. Kalo sekarang lebih dipermudah lagi dengan pem-barcodean surat –surat keputusan perijinan.

Kendala pertama adalah jarang sekali buku referensi yg berisi petunjuk pemakaian, kebanyakan buku2 pemrograma hanya berkisar cetak ke printer biasa.

Kendala kedua, di milis delphindo juga belum ada treat yg membahas printer SATO ini. Biasanya begitu ada tips dari rekan2 delphindo saya langsung mencoba dan utak atik.

Selama 6 bulan saya mencoba mencari cari pemecahannya (solusinya), tapi tak pernah bisa. Mungkin memang karena keterbatasan ilmu pengetahuan saya kali, jadi mengandalkan referensi2.

Entah kenapa tadi malam di detik-detik terakhir, injury time, tangan ini bekerja dengan sendirinya. Artinya bukan karena hal ghoib,tapi sedang klik saat itu. Begitu jam 21 malam duduk didepan laptop, tangan ini seolah ada yg menginspirasi. Sedikit demi sedikit trial and error ketemu solusinya. Padahal banyak referensi dari internet sudah saya terapkan, tapi belum juga bisa sukses programnya. Begitu mudahnya ketika dibukakan pikiran ini oleh YANG MAHA MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN. Subhanalloh…ternyata tidak bisa kita selalu mengandalkan solusi dahulu, terkadang inspirasi secara abstrak juga perlu didahulukan. Hal itu dalam dunia pemrograman mungkin bisa dikatakan jurus mabuk….seperti layaknya film drunken master. Cukup 3 jam selesai untuk mengerjakan pekerjaan yg tertunda 6 bulan. Lega dan puas rasanya tak terperi.

Bagi yang menggeluti dunia pemrograman, sekali lagi, maju terus, tak ada yg tak bisa, tinggal hanya menunggu time yg tepat…..

Aneh, ngoding dg PHP bikin website bikin cepet lapar…

Aneh, ngoding pake php *dkk bikin cepet lapar…

(* dan kawan-kawan : javascript, css, jquery, ajax, dll)

Ini yang saya alami selama satu minggu ini. Saya begitu mudah cepat lapar ketika coding (membuat program) untuk membangun suatu website. Semula , satu minggu yang lalu, karena agenda proyek yang begitu mendesak untuk mengerjakan pesanan website salah satu client , maka agenda kerja saya ganti . Yang semula berkutat mengerjakan desktop aplikasi dengan bahasa program Delphi, segera saya membuat rancangan demi rancangan untuk mencari ide website. Kira-kira 3 hari 3 malam ide itu baru ketemu , “klik “ dengan feel, pas dengan “bayangan” rasa ini. Lika liku mencari ide kasarnya sungguh membuat saya agak menguras hati (bukan otak). Sedangkan ide halusnya mudah sekali ketika ide kasarnya sudah ketemu. Saya menyadari salah satu sebabnya mungkin porsi proyek yang selama ini saya tangani 80% desktop aplikasi dan sisanya 20% web based. Nah karena sering terasah daya pikir dan logika maka feel itu kurang “nendang”. Dan mungkin berat juga ketika sehari-hari terbiasa dengan bahasa pemrograman delphi terus tiba-tiba berganti PHP dkk. Seperti layaknya terbiasa berlatih bela diri kyokusinkei kemudian beralih ke pencak silat dengan unsur keindahan, seperti layaknya terbiasa makan nasi goreng yang kalo masak pakai angklo+arang , matang langsung sikat sekarang berganti makan di restoran itali dengan unsur keindahan cara menghidangkan , cara makan yang menurut table manner, dan mungkin kata yang perokok seperti layaknya antara rokok kretek berganti dengan rokok cerutu. Kenapa saya misalkan seperti hal-hal diatas ? Supaya pembaca bisa menyelami walopun tidak persis. Karena memprogram dengan delphi dan php , Anda harus menempuh kuliah dulu 3-4 tahun, nah daripada kuliah lagi 3-4 tahun mending saya ibaratkan seperti jenis bela diri, seperti makanan, seperti rokok. Masing-masing pada kelompok yg sama dan sejalur. Masih sama-sama beladiri, masih sama-sama makanan, masih sama-sama rokok. Begitu juga delphi dan php, sama-sama bahasa pemrogramannya.

Yang saya rasakan selama mencari ide dan coding memakai php (dan kawan-kawannya php / php and friends) perut ini menjadi mudah lapar. Semula saya kurang menyadari hal ini. Namun mendekati akhir pekerjaan website ini , saya baru sadar dan berpikir tentang perubahan : perut menjadi mudah lapar dan sering belanja malam ke minimarket untuk beli camilan. Padahal dibandingkan ketika saya ngoding pakai Delphi , di depan meja selalu hanya ada sebotol air mineral saja, dan jarang sekali ada camilan macam-macam. Dan juga saya menghindari yg namanya makan tengah malam atau nyamil. Namun ketika membangun proyek website ini, kalo tidak nyamil ya makan tengah malam. Bukan karena apa-apa, tapi memang perut ini terasa lapar sekali. Godaan perut yang keroncongan sudah tak bisa ditahan. Entah kenapa hal ini bisa terjadi.

Mungkinkah perlu diadakan pengumpulan data statistik mencari korelasi antara reaksi tubuh ketika memprogram dengan menggunakan php (dkk) dengan reaksi tubuh ketika memprogram menggunakan Delphi (atau sejenisnya). Tidak begitu pentingkah hal ini ? Namun pernah suatu ketika masih pemula saya mengalami kebingungan menentukan saya harus fokus di bahasa program apa …? Wong dokter saja ada program spesialisasinya, pun juga ada profesi yang masih 1 jalur tapi dibuat spesialisasinya bercabang-cabang…..begitu juga dunia IT terkhusus programmer. Mungkin ada yang bisa memberi pencerahan.

(Kembali ngoding dulu…..)

"Robbin Hood" made in Kediri

Bila anda pernah mengunjungi Kota Kediri,pasti anda pernah melintasi kawasan bernama Ringin Sirah.

Kawasan ini terletak di pusat kota,tepatnya persis di perempatan Jalan Hayam Wuruk - Jalan Joyoboyo. Atau lebih mudahnya, tepat di sebelah timur komplek pasaraya Sri Ratu.

Di lokasi ini,terdapat sebuah lapangan cukup luas yang ditumbuhi pohon beringin dengan ukuran lumayan besar. Dan meskipun berada dipusat keramaian,karena persis berada di depan Joyoboyo Trade Centre,namun lapangan ini menyimpan sebuah misteri,terkait namanya RINGIN SIRAH !!!

Bukan tanpa sebab kawasan itu bernama Ringin Sirah.Karena menurut keyakinan dan tradisi turun temurun warga Kediri,lapangan itu memang terkait erat dengan sebuah kisah tentang sirah alias kepala .

Konon,di lapangan itulah,dimakamkan seorang tokoh legendaris Kediri berjuluk Maling Gentiri.Untuk mengetahui riwayat hidup tokoh ini,anda cukup membayangkan sosok Robin Hood dari Inggris.

Maling Gentiri memang sosok maling budiman pada jaman Kediri tempo dulu. Maling Gentiri merupakan tokoh pencuri yang memiliki kesaktian sundul langit alias sakti mandraguna.Ora tedhas tapak paluning pande !! Tapi karir Maling Gentiri dibidang curi-mencuri,bukan semata-mata demi kepentingannya sendiri melainkan hasilnya dibagi-bagikan pada warga miskin. Jadi ia merampok harta orang kaya, lalu diberikan pada orang kere.

Pastinya,kiprah Maling Gentiri ini disukai orang miskin, tapi dibenci para konglomerat jaman dulu. Mereka- bos-bos tempo dulu itu- berupaya sekuat tenaga agar Maling Gentiri bisa diakhiri.Merekapun menjadikan Maling Gentiri sebagai buronan nomor wahid.Tapi apa lacur kesaktian Maling Gentiri membuat bos-bos itu keder. Karena meskipun Maling Gentiri berkali-kali tertangkap,tidak pernah bisa dihabisi. Maklumlah,Maling Gentiri memiliki aji pancasona,sebuah ilmu kadigdayan yang memungkinkan pemiliknya hidup kembali meski berkali-kali dibunuh,asal raganya tetap menyatu dan darahnya tidak menyentuh tanah.

Singkat cerita,para konglomerat hitam yang bersekongkol untuk menamatkan riwayat Maling Gentiri,akhirnya menemukan titik kelemahan sang pendekar.Ketika Maling Gentiri tertangkap untuk kesekian kalinya,tubuh pencuri budiman itu lalu dipotong-potong dan dikubur terpisah di beberapa tempat.Dan bagian kepalanya itulah,yang diyakini dikubur di lapangan Ringin Sirah.

Nah,itulah mengapa Ringin Sirah bernama RINGIN SIRAH.Sampai sekarangpun kawasan itu masih dipercaya memiliki tuah magis dan wingit,sehingga meski telah bersentuhan dengan suasana modern,tapi lapangan Ringin Sirah tetap dikeramatkan oleh sebagian warga Kediri.

OSPEK, masih perlukah… ?

Setiap tahun bagi mahasiswa baru di suatu perguruan tinggi di anjurkan mengikuti orientasi kampus yg lebih renyah dikenal dengan nama OSPEK. Bak ritual wajib nampaknya harus selalu diadakan di kampus-kampus, beragam pula materi yang diberikan. Tidak ada yang standar memang, tapi yang bisa ditarik benang merahnya dari setiap tahun diselenggarakan ospek itu pasti ada hal-hal yang bersifat “perploncoan” entah itu kentara maupun tidak kentara. Mulai dari bentak membentak , intimidasi psikologis, ketahanan fisik, yang menggambarkan arogansi senior kepada junior. Begitu banyak hal yang menjadi aroma sandiwara pepesan kosong di dalam ospek itu.

OSPEK yang terdapat materi pemahanan kurikulum selama kuliah sangat disayangkan jika diselingi dengan intrik-intrik yang mubadzir antara senior dengan junior. Materi OSPEK perlu diperbaiki ! Seperti suatu ketika Mendiknas M. Nuh menjelaskan tentang pendidikan berbasis karakter. Nyatanya OSPEK tidak membuat serta merta seorang mahasiswa menjadi seorang mahasiswa yang ideal. Arti ideal mungkin perlu dideskripsikan lagi dan disesuaikan dengan pemahaman yang disesuaikan pada lingkungan masing-masing.

Perubahan bentuk dan isi OSPEK perlu dilakukan. Harus keluar dari “pakem” yang turun temurun itu. Sesuaikan dengan jurusan diambil mahasiswa tersebut. Ajak diskusi antara panitia OSPEK dengan DOSEN dan pengurus, bentuk yang bagaimana yang harus diselenggarakan nanti supaya memiliki tujuan yang berkesinambungan antar materi yang di OSPEKKAN dengan kegiatan KURIKULUM. Misalnya jurusan di per-KOMPUTER-an (bisa ILKOM, TEKNIK INFORMATIKA, MANAJEMEN INF, SISTEM INF, dll) yang nantinya cenderung ke arah IT mungkin selayaknya dibuat suatu konsep tentang OSPEK yang bisa membentuk kerjasam tim, ketahanan penyelesaian masalah dalam 1 malam (deadline), tidak mudah menyerah jika terjadi salah ngerjakan tugas OSPEK (jangan dimarahi tapi di semangati) , dilatih berpikir logis, diajari argumentasi berbasis IT , IT Knowledge, debat IT, lomba karya inovatif sederhana berbasis IT, atau tes yg unik misalkan tes mengetik tanpa melihat dalam waktu tertentu jika tak lolos mahasiswa tersebyt disuruh belajar terus sampe akhir masa OSPEK tentu ada manfaatnya kalu kuliah di bidang IT atau nanti pas saat bekerja entah dia sebagai jurnalis, bagian admin, atau bahkan programmer, dll. Intinya masih banyak hal yang lebih bermanfaat daripada...(pakem lama) . Oya mungkin tidak semua materi OSPEK yang lama bener-bener hilang semua. Dulu saat SMA, ada kegiatan jurit malam, ditengah malam disuruh telanjang kaki disuruh menyusuri lorong sekolahan yang berarsitektur jaman Belanda kuno. Semacam UJI NYALI…. Mungkin nyali kita perlu diuji sebelum nanti ketemu DOSEN mengurus skripsi,hal itu perlu NYALI yang besar….

5 Langkah Menjadi Programmer Entrepreneur

5 Langkah Menjadi Programmer Entrepreneur

by Romi Satria Wahono

programmerlegendHari Kamis, 19 Pebruari 2009, saya diminta mengisi satu sesi tentang entrepreneurship di PHP Developers Day 2009 yang diadakan di PDII LIPI Jl Gatot Subroto 10, Jakarta. Supaya unik, presentasi saya beri judul Programmer Entrepreneur. Inti dari presentasi saya adalah uraian tentang kiat dan langkah menjadi programmer yang berkarakter entrepreneur. Wacana ini perlu saya berikan karena saya pikir trend programmer di Indonesia, relatif lebih memilih bekerja di sebuah perusahaan yang established, daripada menempuh jalur wirausaha. Saya berharap para programmer berkarakter kuli, mulai pelan-pelan berubah menjadi programmer yang berjiwa entrepreneur dan memiliki kemampuan bisnis yang memadai. Materi saya kembangkan dan sesuaikan dengan judul posting ini, yaitu 5 Langkah Menjadi Programmer Entrepreneur. Tertarik? Klik dan lanjutkan bacanya :)

1. FIGHT FOR CODELINE FREEDOM!

Programming adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh seorang programmer dan mahasiswa computing. Dalam IEEE Computing 2005, kemampuan coding dan mengembangkan software menjadi titik sentral, yang disentuh semua jurusan computing, baik itu Computer Science (CS), Software Engineering (SE), Information System (IS), Information Technology (IT) ataupun Computer Engineering (CE). Mahasiswa computing tanpa bisa coding, bagaikan garam tanpa asinnya :)Perdjoeangan untuk mencapai kebebasan baris kode, membawa arti bahwa kita tidak stress melihat 1000 baris kode suatu program. Dan juga, tidak boleh masuk rumah sakit kena tipus, kalau harus melototin 10000 baris kode :)Pertanyaan yang sangat sering datang ke saya dari mahasiswa jurusan computing adalah, bagaimana supaya bisa mahir coding? Jawaban saya, kiatnya cuma ada 5, yaitu: latihan, latihan, latihan, latihan dan latihan :D

Yakinlah bahwa bangku kuliah tidak cukup. Dan janganlah pernah mengeluh wahai para mahasiswa, karena tidak hanya di Indonesia, mahasiswa di luar negeripun tetap tidak akan bisa mahir coding, kalau hanya mengandalkan jam mata kuliah pemrograman. Saya juga dulu harus keluar masuk berbagai software house di Jepang dan bahkan sempat 6 tahun part time di perusahaan game Activision, supaya bisa menebarkan dan menyematkan berbagai teori dan konsep pemrograman ke ujung-ujung jari, kulit dan otak saya.

2. BROWSING FOR LEARNING AND RESEARCHING

Lakukan shift-paradigm pada perilaku kita. Tancapkan ke dalam benak kita yang paling dalam, bahwa kegiatan web browsing bukan hanya ajang klik URL asal-asalan, kegiatan selingan, iseng atau aktifitas di kala senggang. Mengakses Internet adalah sebuah investasi. Detik demi detik waktu yang kita pakai untuk nginternet, akan dikonversi dalam bentuk rupiah pada saat kita keluar warnet atau menutup koneksi internet kita. Manfaatkan kegiatan browsing untuk banyak belajar dan meneliti. Ketika mengunjungi Alexa.Com, jangan hanya terperangah dengan posisi rangking kaskus.us, friendster.com, facebook.com atau detik.com, tapi usahakan untuk sambil mengumpulkan data kunjungan Internet Indonesia. Rangkumkan datanya dalam bentuk tabel, kategorisasikan, olah dan analisa dengan berbagai teknik statistik. Manfaatkan berbagai forum yang betebaran di dunia maya untuk belajar, bagaimana mengembangkan software dan game yang bisa kita jual, ataupun berbisnis di Internet. Ketika kita menggunakan aplikasi facebook dan friendster, arahkan strum otak kita untuk memikirkan genre aplikasi dan game apa yang saat ini nge-trend di facebook atau friendster. Pelajari kelebihan dan kelemahannya.

3. CREATE A “KREATIFITAS MAYA”!

Gunakan berbagai data dan hasil analisa yang kita dapatkan pada saat browsing untuk mulai sedikit demi sedikit membangun kreatifitas maya. Ingatlah bahwa produk-produk legendaris tidak langsung menjadi besar, perlu proses yang lama. Matt Mullenweg sang founder WordPress, juga mengawali jalan legendanya dengan sesuatu yang sangat dasar, karena ingin belajar PHP. Jerry Yang, akhirnya menseriusi bisnis mesin pencarinya, mesekipun diawali dengan aktifitas mengumpulkan link URL. Demikian juga dengan Blake Ross dengan Mozilla Firefoxnya, Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya, Steve Chen dan Chad Hurley dengan Youtube-nya, Pierre Omidyar dengan eBay-nya, dan Tom Anderson dengan MySpace-nya. Kemampuan coding akan mempercepat proses implementasi ide, yang kita rumuskan dari hasil analisa dan penelitian kita tentang trend layanan web. Saya membangun IlmuKomputer.Com juga sebenarnya tidak asal bangun, tapi mulai dari learning dan researching tentang layanan untuk mahasiswa yang benar-benar bisa menjadi solusi bagi mahasiswa. Saya mulai dari survey ke ratusan mailing list dan forum. Termasuk mencari data yang valid, siapa sebenarnya pengguna Internet yang populasinya besar saat itu.

4. BLOGGING FOR PERSONAL BRANDING

Kreatifitas maya yang dahsyat dan menggunakan teknologi canggih, tidak ada artinya apabila tidak diperkenalkan ke publik. Karena itu kita perlu latih kemampuan menulis kita, yang bisa kita mulai dengan menggunakan blog. Para programmer yang notabene adalah seorang spesialis, dituntut kedepannya berkemampuan versatilist, yang bisa menawarkan diri dan menjual kemampuannya dengan baik. Ngeblog alias blogging sekaligus jadi cara yang maknyus untuk personal branding lewat dunia maya. Saat ini personal branding lewat blogging adalah jalan yang sangat cepat dan efektif, bahkan melebihi personal branding lewat koran dan media cetak. Pengguna Internet Indonesia yang mencapai 25 juta, mungkin hanya kalah oleh TV. Dan saya yakin, tidak semua dari kita punya kelebihan uang untuk melakukan aktifitas narsistik lewat 30 detik iklan di TV yang mencapai nilai ratusan juta rupiah. Sekali lagi, personal branding lewat blogging adalah jalan yang lebih efektif, efisien, nyata alias tidak ngoyoworo bin aya aya wae :). Sayapun menempuh jalan ini untuk memperkenalkan diri, IlmuKomputer.Com dan juga bisnis yang saya buat seperti Brainmatics.Com.

5. BE AN ENTREPRENEUR!

Ketika kondisi sudah mapan, dan sudah mulai banyak yang menghubungi kita untuk kerjasama mengembangkan berbagai proyek dan kegiatan. Mulai pikirkan untuk masuk jalur entrepreneur formal lewat bisnis dalam bentuk yang lebih nyata. Dirikan PT atau CV, sewa kantor, ajak anak-anak muda yang cerdas nan militan untuk bergabung dengan kita. Jangan lupa didik mereka dengan baik dan bijak. Beri mereka kesempatan untuk mengembangkan diri dan mengembangkan ilmu. Beri beasiswa untuk melanjutkan sekolah apabila dirasa memang sang pegawai berprestasi. Beri mereka kepercayaan, mulai delegasikan wewenang dan tugas, dan jangan pernah beranggapan bahwa semua harus kita kerjakan sendiri.

Saya juga dibantu para pedjoeang-pedjoeang muda dalam melakukan aktifitas di dunia maya dan bisnis. Menarik kalau kapan-kapan coba mampir ke markas IlmuKomputer.com, yang sekaligus sebagai kantor Brainmatics.Com di Menara Bidakara. Ada Mansyur, Training Manager kita yang gesit dan jaim. Mansyur alias Acun ini sebenarnya baru berumur 20 tahun dan duduk di semester 3 bangku kuliah S1. Tapi menakjubkan, karena miliaran omzet perusahaan dihasilkan dari tangan dinginnya. Ada mulyana, sang Technical Manager yang cerdas tapi dingin, plus cenderung psikopat. Saat ini baru berumur 19 tahun, bahkan belum lulus SMA dan harus ujian bulan April ini. Ada lagi Eman, sang Financial Manager kita, pemilik IPK 3.8 yang selalu tampil keren dan harum meskipun sedikit agak jablai ini, juga baru berumur 20 tahun. Adalagi Tanto, yang jadi PJ project eLearning kita di Merpati Airlines, laki-laki setia yang jago makan ini juga belum menikah :)

Sapalah para pedjoeangku ini, dan ajaklah mereka berdiskusi. Aku yakin tidak ada yang bisa mengalahkan laskar pelangiku ini dalam kuantitas dan kualitas kerja. Mereka bangun sebelum orang lain bangun, dan tidur setelah orang lain tidur. Dan cintapun tak akan bisa membunuh mereka, paling cuman bikin diem ajah 3 hari 3 malam hihihi. Mereka sangat paham bahwa mendapatkan pendidikan adalah sebuah perdjoeangan, dan hidup dari keringat sendiri adalah suatu kebanggaan. Para pedjoeangku ini masih terlalu muda dan mungkin miskin ilmu, karena itu ajarilah mereka ilmu pengetahuan. Tapi belajarlah dari mereka hakekat perdjoeangan dan mintalah sebuah peta harta harun kepada mereka … yaitu peta jalan cinta para legenda.

Wahai para pemuda, janganlah pernah mau jadi pecundang, berebutlah untuk menjadi legenda. Kuingin kau tahu, jalan legenda terbuka lebar, bagi siapa saja yang mau berusaha dan berdjoeang. Dan tidak semua orang yang punya kemampuan bisa menjadi legenda, karena menjadi legenda adalah sebuah pilihan, bukan karena kemampuan.

Sambutlah pagi hari dengan riang dan tataplah mentari pagi dengan lantang. Jangan lupa ucapkan, “I am legend!” … believe me you will be legend :)

Tetap dalam perdjoeangan!

ttd-small.jpg

Programmer kerja di rumah

Sumber: http://www.sunaryohadi.info/programmer-kerja-di-rumah.htm

Programmer kerja di rumah

Catatan Mas Budi Rahardjo tentang “Programmer lebih suka kerja di rumahan” sangat menarik minat saya. Tidak lain karena saya sendiri programmer yang bekerja di rumah. Komentar dari catatan ini pun tidak kalah seru.

Saya jadi ingin menganalisa lingkungan kerja saya sendiri. Apakah sudah memenuhi syarat? Acuan yang saya pakai dari catatan di atas:

  • 40 jam seminggu
    Saya merasa sudah melampaui jam kerja maximum ini. Saya pikir ini tidak masalah. Jam kerja memang tidak beraturan, tapi dihitung total jendral pasti melampaui maksimum target jam kerja per minggu.
  • “Result Oriented” not “Rule Oriented”
    Saya sangat setuju dengan komentar Zakaria dan menginginkan hal seperti ini. Tapi masalahnya saya juga harus punya “milestone”. Bekerja sendiri (sekarang dibantu 1 orang) di rumah terkadang bingung dalam membuat milestone ini. Terlebih jika punya beberapa pekerjaan yang harus berjalan secara “multi-tasking”. Tanpa menentukan milestone ini, mustahil kita akan mencapai “Result Oriented” yang maksimum. Acuannya akan kembali ke 40 jam seminggu atau “Rule Oriented”.
  • Atmosfir kerja yang nyaman
    Secara pribadi, saya memang suka dengan lingkungan kerja rumah, dengan space cukup luas. Kenyamanan tinggal di Bandung yang hawanya cukup sejuk, salah satu point buat saya karena tidak perlu AC, bebas merokok. Kopi dan mie-instant selalu tersedia. Yang menjadi ganjalan adalah tamu tak diundang disaat kita sedang full konsentrasi. Tetangga, teman, kerabat, saudara sampai ke peminta sumbangan.
  • Mood
    Alasan paling klasik yang dipakai pekerja IT adalah mood. Benar atau tidak, saya terkadang seperti mengalaminya. Tapi bekerja dilingkungan rumah, mood saya paling tidak lebih banyak dibanding kalau saya bekerja di kantor. Coding adalah pekerjaan exact yang artinya kalau kita segera memulainya, kita langsung dapat mood-nya. Lain dengan pekerjaan analisa dan design, jika kita tidak punya teman berdiskusi, maka saya sangat menunggu mood ini.
  • Estimasi Waktu
    Kegagalan menepati batas waktu, yang saya alami, biasanya karena pekerjaan di sub ke orang lain (yang juga kerja di rumahnya sendiri). Karena susah mengendalikannya, maka kalau ada kerjaan sub pun sekarang harus dilakukan di rumah saya. Enggak boleh dibawa ke rumah.
  • Ruang Santai
    Ini yang saya belum punya. Sofa + TV saya kira sudah cukup. Waktu saya kuliah dulu di ITB, saya ingat masih ada Ruang Santai dekat lapangan tennis. Ruang ini selalu saya gunakan kalau saya sedang capek. Sofanya walaupun kurang begitu nyaman, tapi kadang masih bisa membuat kita tertidur sejenak. Re-Fresh.
  • Social Life
    Ini yang paling repot. Yang dibutuhkan sebenarnya social-life dari rekan seprofesi. Kalau dirumahan semacam saya, saya jadi agak kurang kontak dengan teman seprofesi. Walaupun ada internet, tapi rasanya pertemuan langsung akan lebih menyenangkan dan bersahabat.

Secara general, boleh dibilang lingkungan kerja saya sekarang ini paling tidak 70% dari yang diinginkan oleh pekerja rumahan. Tidak buruk.

SISTEM INFORMASI MANAGEMEN ANGKUTAN UMUM


Salam jumpa,

Sudah lama sekali penulis tak menorehkan ketikan di blog ini... Berkaitan dengan pekerjaan yang sampai saat ini tak ada habis-habisnya penulis sangat tersita waktunya untuk hanya ngoding dan ngoding program saja. Dari project satu selesai, disambung project yg lainnya lagi...

Mumpung bisa istirahat sejenak saya mencoba menulis lagi mengenai SIM Angkutan Umum / SIM Perijinan Angkutan Umum / Public Transportation Information System (PTIS) atau apalah namanya.

Sesuai dengan tujuannya seperti yang disebutkan sebelumnya, software PTIS ini mempunyai 5 modul utama yaitu

System

Master Data

►Operasional Perijinan dan Adminstrasi Retribusi

Pelaporan

Admin

Dimana semua jenis modul di atas kami rancang untuk berjalan secara terintegrasi yaitu lalu lintas data yang terpadu. Kami juga menyertakan proses pengontrol kesalahan pengisian data pada software kami sebagai opsi tambahan yang akan mempermudah proses entri data.

Dalam laporan-laporanpun kami rancang agar software ini dapat menampilkan format yang mengacu pada format Dinas Perhubungan dan standar dari ketentuan maupun muatan lokal. Laporan atau report, merupakan hasil akhir dari Aplikasi PTIS dan pada banyak instansi merupakan titik ukur dari keberhasilan proses manajemen maupun administrasi. Definisi seperti itu didesain sedetail mungkin sehingga merupakan laporan yang tepat guna, tetapi tidak selalu tersedia pada kebanyakan software.

Laporan atau report pada Aplikasi PTIS didesain agar baik bagian administrasi, antar user, customer yang sedang mengurus perijinan mendapatkan suatu bentuk informasi/laporan yang tepat untuk masing-masing pihak. Dan pencarian data dapat dilakukan dengan memasukkan filter-filter khusus sesuai dengan data yang mereka cari, seperti misalnya melakukan pencarian dengan: Nomor Kendaraan, Trayek , Informasi Kendaraan yang harus mengurus Ijin Trayek ulang. Aplikasi PTIS adalah software untuk membantu dan mengontrol perijinan kendaraan umum dan pada tujuan akhirnya bisa dipergunakan sebagai penganalisa.

Secara garis besar program telah mengakomodasi konsumsi semua kebutuhan proses Perijinan Usaha, Trayek/Operasi dan Kartu Pengawasan yang telah mengakomodasikan secara terpadu.



Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum