Orang TI Jangan Takut Berwirausaha

e-EntrepreneurshipCatatan Redaksi: Tulisan ini merupakan bagian kedua yang merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya dengan tajuk 'Lulusan TI, Karyawan atau Entrepreneur?'


Karena kalau mau bicara jujur, modal utama orang TI dalam bekerja, sebenarnya semua sudah diperoleh saat duduk dibangku kuliah. Masalahnya adalah pada saat itu, Anda serius atau tidak dalam menyelesaikan semua mata kuliah. Hanya itu! Tidak ada yang lain!

Tidak percaya? Sebut saja misalnya pekerjaan membuat website, mendesain sebuah sistem database, membuat jaringan komputer, mengambil keputusan dengan menggunakan komputer, dsb. Bukankah pekerjaan semacam itu, pada dasarnya sudah sering Anda lakukan sewaktu masih kuliah dulu? Dalam tugas mandiri misalnya. Atau paling tidak, bukankah pekerjaan semacam itu sudah pernah Anda lakukan sewaktu sedang menyusun tugas akhir (skripsi) ataupun PKL (Praktek Kerja Lapangan)? 

Nah, jika benar, lalu buat Anda memutuskan ingin bekerja ikut orang lain? Bukankah lebih baik Anda malah membuka usaha komputer sendiri? Tidak perlu muluk-muluk. Membuka usaha Software House kecil-kecilan saja misalnya. Bukankah hal itu jauh lebih baik, bila dibandingkan dengan Anda jadi karyawan disebuah perusahaan (walaupun bidang pekerjaannya juga tetap TI)? 

Keahlian orang TI apa yang tidak bisa dijual ke perusahaan? Tidak ada! Semua bisa dijual! Pekerjaan apa sich sekarang yang tidak bisa dikerjakan dengan menggunakan komputer? Tidak ada! Saat ini semua pekerjaan bisa dikerjakan oleh komputer. 

Tidak percaya? Sebut saja pekerjaan yang paling sederhana adalah mengetik surat. Dulu menggunakan mesin ketik. Sekarang program komputer (MS Word). Menyusun laporan keuangan sudah tidak dikerjakan secara manual lagi. Sudah menggunakan program komputer. Begitu pula dengan pekerjaan menggambar artistik. Sudah tidak ada lagi yang menggunakan tangan (manual). Sudah digantikan oleh program yang bernama Photoshop. Jauh lebih sakti bila dibandingkan secara manual, karena Photoshop bisa melakukan edit foto secara sempurna.

Bagaimana jika tidak PD (Percaya Diri)? Tenang saja, untuk memulai sesuatu, umumnya semua orang juga tidak pernah percaya diri. Dimana-mana, PD itu selalu datang belakangan. Jangan takut untuk memulai sesuatu. Semua ilmu akan Anda peroleh jika menekuni dunia entrepreneur. Yang tadinya Anda hanya tahu dunia TI, kini tidak lagi. 

Suka atau tidak suka, Anda juga harus belajar ilmu yang lain; seperti pemasaran, produksi, dan SDM. Dengan kata lain, dunia entrepreneur, secara tidak langsung, akan mendidik Anda untuk jadi seorang businessman berkualitas. Bukankah hal ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan profesi Anda sebagai karyawan? Modal usaha berupa keahlian TI sudah digenggam, lalu mengapa harus takut berwirausaha?

Apa Anda takut dengan besarnya modal usaha? Jangan takut! Percayalah, pada dasarnya modal usaha itu bisa dicari. Selama ada keinginan yang kuat, pasti akan ada jalan. Kalau Anda mau melihat dengan jeli, sebenarnya modal usaha itu bertebaran dimana-mana. 

Tidak percaya? Pertama adalah modal usaha yang diperoleh dari kucuran dana orang tua dan keluarga. Kedua adalah modal usaha yang bersumber dari kredit perbankan (asal ada jaminan). Ketiga adalah modal usaha yang bersumber dari lembaga penyalur kredit Ventura (ikut dalam kepemilikan usaha dengan sistem bagi hasil). Dan keempat adalah modal usaha yang bersumber dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Setiap BUMN memiliki Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Apakah Anda tahu bahwa arah wirausaha di masa depan nanti adalah digital entrepreneur? Beruntunglah bagi orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan atau pekerjaan TI. Tidak percaya? Sebut saja nama Steve Jobs (Apple), Bill Gates (Microsoft) dan Jeff Bezos (amazon.com) sebagai pelopor. Selain itu diikuti oleh yang lainnya; seperti: Michael Dell (Dell Computers), Sabeer Bathia (hotmail.com), Abdul Rahman dan Budiono Darsono (detik.com), John Tumiwa dan Jerry (asiagateway.com), Adi (indomall.or.id), Wiro dan Korpin (datakencana.com), Purdi .E Chandra (Entrepreneur University), Panca .R Sarungu (bulanmadu.com), Andy Budiman (Digital Studio), dan Hardi (indomall.com). 

Anda bisa lihat sendiri bagaimana suksesnya mereka saat ini. Nah, sekarang, sudah siapkah Anda menjadi seorang entrepreneur yang sukses?


*) Penulis, Argogalih, adalah praktisi TI dan Dosen Entrepreneur di Universitas Bina Nusantara. Dapat dihubungi melalui e-mail argo.galih[at]yahoo.com Courtesy : http://www.detikinet.com/read/2006/08/24/075514/660769/452/orang-ti-jangan-takut-berwirausaha

2 komentar:

CoLiq mengatakan...

Setuju..
IT malah bisa ga perlu modal :), cuma modal aplikasi yg kita buat.

Sekarang dolar lg tinggi, peluang meraih dolar dari freelancer juga ok banget.

hendrik mengatakan...

Benul Coliq....namun harus betul2 nyemplung. Kalau 1/2 1/2 ya hasilnya tidak bisa maksimal. Mental wirausaha yang tidak diajarkan di kampus dulu ya harus mengasah sendiri-sendiri. Cuman ada dulu mata kuliah kewirausahaan. Tapi hanya teori saja 2 sks. Itupun catatannya foto copy kalau mau UAS.

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum