Tingginya antusiasme mereka terhadap IT


Satu oleh-oleh lagi dari Nunukan adalah cerita mengenai perkembangn IT disana, paling tidak parameternya adalah semakin tumbuh suburnya warnet dan ramainya banyak yang memanfaatkannya. Entah mereka ini browsing apa, yang saya lihat adalah ramai tidaknya warnet-warnet yang ada disana. Selama har sabtu n minggu saya biasanya lebih banyak nongkrong di warnet untuk cek email, cek facebook, upload website punya client, n cari-cari literatur mengenai programming.

Ada model yang mungkin belum pernah saya ketahui di Kediri yang mungkin patut dicontoh, yakni model warnet RT/RW. Jadi user daftar dulu ke operator warnet untuk mendapat user n password untuk tiap paket. Terdapat paket 3 jam (10rb), paket 10 jam (30rb) , dsb. Kemudian saya buka laptop saya sendiri di tempat duduk dan meja yang terpisah dari bilik-bilik PC warnet, letaknya lebih terbuka dan tidak terkesan sempit. Kemudian saya langsung ke aktivasi login melalui browser dg alamat servernya warnet. Mungkin hal ini patut dicontoh juga oleh warnet-warnet disini. Atau saya belum tahu ada warnet disini yang model bawa laptop sendiri tanpa colok kabel ? (Maklum selalu sudah jarang sekali ke warnet setelah pasang speedy di rumah)..

Yang patut dicermati adalah antusiasme kalangan abg ,remaja, dewasa yang banyak berkunjung ke warnet setiap harinya. Antusiasme mereka patut dicatat. Ini berarti apa ? bahwa minat untuk tidak katrok/gaptek terhadap IT semakin besar. Seusia SMP/SMA sudah mulai mengenal internet, walopun mungkin hanya sekesar browsing, facebook-an, YM-an, email, mailinglist . Sayup-sayup saya selalu mendengar mereka mencari alamat-alamat literatur tugas dari Guru mereka. “Lumayanlah belajar kelompok di warnet mencari referensi”, kataku dalam hati saat itu. Jaman SMA saya dulu belum ada model belajar kelompok di warnet (he..he..he…) Jadi ke warnet ada tujuan jelasnya.

Ohya, sebelum mengakhiri episode oleh-oleh dari Nunukan saya ingin bercerita tentang parkir yang aman. Di Nunukan, jangan kawatir sepeda motor hilang dicuri orang. Yang membuat berbeda dengan dari tempat lain mungkin soal parkir kendaraan bermotor yang relatif aman dan tidak pusing harus memasukkan ke garasi. Jangankan dimasukkan garasi, tidak di kunci ganda-pun tidak masalah. Tetap aman. Wah..coba kalo di jawa, jangankan tidak dikunci ganda, sepeda motor sudah di masukkan pagar rumah dan dikunci gandapun masih diembat sama pencuri. Jadi ketika saya memarkir sepeda motor di warnet, rata-rata sepeda motor tdk dikunci ganda. Karena keterbiasaan saya untuk mengunci ganda akhirnya coba saya ikut-ikutan untuk tidak menguncinya. Alhamdulillah aman. Andaikan seluruh Indonesia raya ini aman sentosa, andaikan rakyatnya sejahtera, andaikan di Indonesia ini pejabatnya tidak mengambil yang bukan haknya.

1 komentar:

ahmad mengatakan...

mas hendrik, saya udah mencoba ke jamsaren RT RW neet, tepatnya di rmhku sendiri ta beri hotspot yg menjalur ke RT RW net pake Endian firewall, hotspot, .
tp setelah saya ajukan penawaran ke pondok assaidiyah dan masyarakat sekitar, semuanya pada ga ngertii.., susahnya memberi pencerahan, akhirnya sekarnag buat ngenet dw sampai kontrak spidi habiss.. hehehehehehe

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum