NGODING DI BUMI RAFLESIA



Klik play, MP3 mulai mengalun di telingaku yang aku tempeli headset yg sudah agak nggembret. Alunan musik-musik yang selalu menemaniku disaat ngoding , tentu harus selalu update. Ya, saat menulis ini aku sedang mengerjakan suatu proyek Sistem Informasi  Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di BKD Ppropinsi Bengkulu. Sayang sekali banyak pengembaraanku selang waktu yg cukup agak lama tak tertuangkan dalam kanvas blog, 2 tahunan blog ini seakan mati suri. Terimakasih buat kawan baru….sudah sudi mengingatkan aku untuk menulis lagi.



Sudah sebulan lebih berada di Bengkulu, sayang sekali bila berlalu begitu saja. Torehan di blog ini semoga bisa menumbuhkan lagi citra rasa tulisan yang sudah lama redup. Tidak untuk pertama kali aku menapak di tanah Sumatera ini, yang pertama adalah Jambi,  dan dalam tempo sekitar 2 bulan ternyata tanah Sumatra ini “memanggilku” untuk kembali tepatnya di Bengkulu.  

Turun dari  pesawat , “Uluk salam dari batin” gak lupa aku ucapkan salam dan doa untuk tanah Bengkulu ini.  Kesan pertama adalah hmmm….lidah dan telingaku harus mulai membiasakan diri belajar bahasa di sini. Dimana jadi dimano, siapa jadi siapo, berapa jadi berapo, mau kemana jadi nak kemano..dll. Itulah asyiknya merantau di tempat yang nun jauh dari kampuang halaman di Kediri Jawa Timur. Tidaklah mudah aku berangkat kesini yang sebelumnya terkapar seminggu sakit tipes karena terlalu lelah siang malam ngoding. Obat2anpun masih aku bawa. Kondisi mungkin masih 95% , karena jadwal sudah diatur antar saya dan pihak client (BKD Propinsi Bengkulu) maka pantang surut. Saat itu ada pilihan untuk mengundurkan jadwal, tapi berhubung schedule sudah disusun jauh hari sebelum sakit itu tiba, aku mencoba bersikap amanah. Layaknya Pasukan Baret Merah pantang mundur dimedan laga siap diterjunkan dimanapun dan kapanpun. Bedanya kalo Kopasus dimedan perang memanggul senjata taruhannya nyawa, programmer terjun di medan “perang” memanggul laptop perang melawan koding-koding taruhannya nama baik. Serius, sebelum aku berangkat ke Bengkulu ini aku sempat dicurhati oleh seorang staff di suatu Kantor/Dinas dimana Sistem yang dipasang tidak jadi-jadi, padahal semestinya sudah harus selesai pada akhir 2012. Terlebih lagi kabarnya sudah diperiksa oleh BPK 2 kali. Oh no…! Usut punya usut, staff tersebut mengeluhkan kerja programmernya .  Jadilah tempat curhat dan akupun mendengarkannya dan kadang untuk menenangkannya karena diperiksa BPK itu aku bilang “saya akan siap mengcover untuk menutupi sistem/program yg tidak jalan tersebut kalau diminta”. Sebab ada pepatah sesama tukang becak dilarang mendahului.  Ada hal yang harus kita jadikan prinsip terutama dikalangan programmer bahwa etika bekerja harus dijaga, tidak saling menjatuhkan, tapi sebisa mungkin memberikan saran-saran yg baik dan solusi idealnya. Itulah fungsi konsultan.  Sebab aku juga sempat suatu hari disuruh membantu mengecek program tersebut yg telah diinstal itu, ya ampunnn… master form saja masih error. Itu cek dg kondisi sembarangan, belum alur proses dan implikasi-implikasinya.  Tapi kita doakan saja kalo yang sedang taraf belajar jangan sungkan-sungkan untuk bertanya atau paling tidak jangan asal copy paste, kuasai betul2 logika dan sistemnya dulu. Sering kita mendapatkan proyek dari seorang kontraktor yg bukan dari orang IT, hanya syukur dapat proyek, dan kontraktor itu asal comot programmer, pola pikirnya hanya bayar programmer semurah-murahnya sehingga dapat untung sebanyak-banyaknya. Tidak disadari akan resiko yg mungkin terjadi. Seperti halnya peristiwa gedung ambruk di Bangladesh kapan itu, karena konstruksinya lemah,ratusan nyawa melayang. Pun seperti halnya di IT, programmer bagaikan seorang ahli konstruksi bangunan/arsitekturnya,  jika kurang tepat membangun konstruksi sistem, ya paling tidak “ambruk” dalam tempo sesingkat-singkatnya. Bukan berarti memperkecil arti “learning by doing”, hal itu baik-baik saja.  Justru kalo kita takut malah gak akan bisa-bisa. Kadang ada hal diluar teknis yg harus kita latih. Banyak solsui kok. Sebisa menempuh jalan yg memberi solusi daripada nekat karena minimnya pengalaman tanpa didampingi yang lebih berpengalaman, terjadilah titik simpul-titik simpul keruwetan sistem karena kurangnya kedalaman analisa data, kedalaman sistem , kedalaman mengorganisasi personil client, penguasaaan materi sistem/dukungan sistem, ketidak fahaman konsep testing akan mengalami banyak hambatan. Paling tidak mematangkan dari sisi developer dulu jangan mengkambinghitamkan client yg cerewet. Tidak elok kalau kita mengkambinghitamkan client . Justru kita harus bersyukur kalau client cerewet dari segi positif, kita bisa mengelola dalam berkomunikasi. Hal yg kurang dipelajari dari kampus berbasis IT adalah komunikasi.
Kembali lagi ke Bengkulu, 1 minggu berlalu,mulai paham warung/depot makan , mulai paham cita rasa makanannya. Minggu 2, sudah agak berani menjelajah obyek2 wisata yg tentunya searching dulu di map.google, Minggu 3, sudah hafal jalan dan sudah terbiasa dengan lingkungan Bengkulu, minggu ke empat mulai KO. Sebab selama satu bulan terkadang lembur sampai pagi. Udah gak terhitung berapa lama duduk depan laptop. Terakhir, kena Malaria. Ya, disini memang daerah endemik Malaria. Anda ke Bengkulu belum kena malaria ? artinya itu belum sah Anda diterima jadi warga Bengkulu..hahahahaa….

Kalo boleh saya terawang menggunakan teropong  , Bengkulu ini seperti gadis seksi di bidang IT. Belum ada investor/ITPreneur yang merambah Bengkulu dan kabupaten-kabupaten di dalamnya. Informasi sementara hanya sebatas pendatang. Padahal disini juga terdapat perguruan tinggi yang juga membuka jurusan dibidang IT. Entah saya yg kurang tahu atau memang kenyataannya belum ada. Namun setiap kali saya berdialog dgn rekan-rekan baru disini , saya tidak mendapatkan jawaban kalo bertanya soal itu. Mbabat alas disini tidak terlalu harus ngoyo menjelaskan teori2 per-IT-an.  Inilah yg menjadikan Bengkulu terlihat  seperti Gadis Seksi. Sesekali bolehlah dicoba seorang programmer “terjun payung” di daerah, kalo semua pada mengadu nasib ke kota-kota besar, daerah akan kekurangan SDM.  Daerah harus di-invitasi pasukan2 programmer yang siap mbabat alas. Ketahuilah, Indonesia ini begitu luaaaasssss sekali. Jangan hiraukan kegaduhan politik tahun 2013-2014. Tetaplah cool, tenang, asik dg koding….  

Salam,
16 Mei 2013
Pukul 23:00WIB
                      

2 komentar:

Anonim mengatakan...

mantap bro. setelah tapa dua taun ternyata kerya lagi dengan cerita2 yang maknyus.

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum