OSPEK, masih perlukah… ?

Setiap tahun bagi mahasiswa baru di suatu perguruan tinggi di anjurkan mengikuti orientasi kampus yg lebih renyah dikenal dengan nama OSPEK. Bak ritual wajib nampaknya harus selalu diadakan di kampus-kampus, beragam pula materi yang diberikan. Tidak ada yang standar memang, tapi yang bisa ditarik benang merahnya dari setiap tahun diselenggarakan ospek itu pasti ada hal-hal yang bersifat “perploncoan” entah itu kentara maupun tidak kentara. Mulai dari bentak membentak , intimidasi psikologis, ketahanan fisik, yang menggambarkan arogansi senior kepada junior. Begitu banyak hal yang menjadi aroma sandiwara pepesan kosong di dalam ospek itu.

OSPEK yang terdapat materi pemahanan kurikulum selama kuliah sangat disayangkan jika diselingi dengan intrik-intrik yang mubadzir antara senior dengan junior. Materi OSPEK perlu diperbaiki ! Seperti suatu ketika Mendiknas M. Nuh menjelaskan tentang pendidikan berbasis karakter. Nyatanya OSPEK tidak membuat serta merta seorang mahasiswa menjadi seorang mahasiswa yang ideal. Arti ideal mungkin perlu dideskripsikan lagi dan disesuaikan dengan pemahaman yang disesuaikan pada lingkungan masing-masing.

Perubahan bentuk dan isi OSPEK perlu dilakukan. Harus keluar dari “pakem” yang turun temurun itu. Sesuaikan dengan jurusan diambil mahasiswa tersebut. Ajak diskusi antara panitia OSPEK dengan DOSEN dan pengurus, bentuk yang bagaimana yang harus diselenggarakan nanti supaya memiliki tujuan yang berkesinambungan antar materi yang di OSPEKKAN dengan kegiatan KURIKULUM. Misalnya jurusan di per-KOMPUTER-an (bisa ILKOM, TEKNIK INFORMATIKA, MANAJEMEN INF, SISTEM INF, dll) yang nantinya cenderung ke arah IT mungkin selayaknya dibuat suatu konsep tentang OSPEK yang bisa membentuk kerjasam tim, ketahanan penyelesaian masalah dalam 1 malam (deadline), tidak mudah menyerah jika terjadi salah ngerjakan tugas OSPEK (jangan dimarahi tapi di semangati) , dilatih berpikir logis, diajari argumentasi berbasis IT , IT Knowledge, debat IT, lomba karya inovatif sederhana berbasis IT, atau tes yg unik misalkan tes mengetik tanpa melihat dalam waktu tertentu jika tak lolos mahasiswa tersebyt disuruh belajar terus sampe akhir masa OSPEK tentu ada manfaatnya kalu kuliah di bidang IT atau nanti pas saat bekerja entah dia sebagai jurnalis, bagian admin, atau bahkan programmer, dll. Intinya masih banyak hal yang lebih bermanfaat daripada...(pakem lama) . Oya mungkin tidak semua materi OSPEK yang lama bener-bener hilang semua. Dulu saat SMA, ada kegiatan jurit malam, ditengah malam disuruh telanjang kaki disuruh menyusuri lorong sekolahan yang berarsitektur jaman Belanda kuno. Semacam UJI NYALI…. Mungkin nyali kita perlu diuji sebelum nanti ketemu DOSEN mengurus skripsi,hal itu perlu NYALI yang besar….

0 komentar:

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum