Pengembaraanku ke Ujung Utara Indonesia (bagian 2)


Malam Pertama di Nunukan (Uji Nyali)

Ketika aku menginjakkan kaki pertama di daratan Nunukan, harapanku sangat besar, sebesar motivasiku. Bahkan keluargaku , istri dan anakku yang masih belum genap 1 tahun aku tinggalkan untuk sementara waktu.

Menjadi Programmer , angan-anganku dulu memang bisa keliling Indonesia. Dimana tempat client berada maka programmer haruslah siap secara mental , fisik, pikiran dan finansial.

Kembali ke kisahku…,

Hari itu tepat hari minggu setengah siang aku masuk ke mess BKD. Ohya sejak pertama aku belum menceritakan kalau aku dating ke Nunukan juga bersama 1 rekan kerja, P.Dadang namanya, anak salah satu pejabat kedua di lingkungan pemerintahan Gresik. Pertama kali masuk mess kesannya sudah wah betul. Satu kata dalam hatiku, mess aja seperti hotel-hotel kelas diatas melati. Betul, ketika masuk ke kamar fasiltasnya lumayan wah sekelas mess. Luas per kamar kira-kira 10 x 20 , terdapat 14 kamar. Tiap kamar ada 4 almari baju, 4 bad, 1 AC 1,5 PK, mesin cuci , 1 kamar mandi.


Setelah seharian bersih-bersih kamar dan badan, kurebahkan badan ini ke ranjang. Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Menjelang malam aku mulai mengotak atik laptop kesayanganku yang aku beli dari nyicil dulu. Biasa sejenak kutak katik Delphi dan SQL Server 2000. Tak terasa maghrib datang, lalu isya’ , akupun sholat bersama P.Dadang. Cari Masjid di dekat mess memang sulit, jaraknya masih jauh dari masjid. Belakang mess juga masih bebukitan, kanan kiri rumah penduduk yang masih sepi.

Sampai pukul 22.00 wita aku masih sibuk bercengkerama coding dengan Delphi, sementara rekanku P.Dadadang sudah terlelap tidur sampai mendengkur kur kur …..keras sekali !

Teng teng teng….jam menunjukkan pukul 24.00 wita. Sudah jadi kebiasaanku coding sampai dini hari. Tak terasa memang kalau lagi asyik dengan kode-kode yg aku sukai sejak akhir masa kuliahku di Unibraw dulu walopun saat itu hanya mata kuliah pilihan.

Tiba – tiba , bulu kudukku merinding. Betul betul merinding bagian bulu bagian tengkuk ini. Secepat kilat aku menolehkan kepala ke belakang, perasaan ada yang “lewat”. Aku bukan orang “pinter” juga tidak punya keahlian indra ke enam yang bisa melihat alam ghaib. Tapi kenapa dengan tiba-tiba bulu kudukku merinding di sekujur tubuhku, padahal aku kalo lagi konsen coding , dipanggil istri saja kadang tidak bisa langsung membalas panggilannya karena saking konsentrasinya memprogram. Tapi saat itu secara reflek juga langsung kutolehkan kepalaku ke belakang. Sepi….hanya P.Dadang yg terlelap tidur, memang aku mengambil ranjang berseberangan dengan P.Dadang, aku disebelah utara dan P.Dadang di sebelah selatan yang dipisahkan dengan 2 deret almari. Jarak antara ranjangku dengan ranjang P.Dadang kira-kira 10-15 langkah.

Merinding itu masih belum juga reda walopun aku sudah coba konsen ke Delphi lagi. Belum juga bisa konsen akhirnya aku tidur. Dengan maish berkecamuknya pertanyaan di dada, yang masih berdegup agak kencang, aku tarik selimutku sampai menutupi kepalaku. Sesekali aku lihat jam dinding di pojok. Sepi…tak ada apa-apa. Akupun berdoa sebelum tidur dengan membaca Surat-surat pendek dari Al Qur’an. Kemudian kucoba pejamkan mataku. Agak sulit ketika aku coba bener-bener tidur dan tidak memikirkan apa yang barusan kualami. Namun akhirnya aku tertidur juga entah jam berapa aku terlelap.

Tiba-tiba aku terjaga mata, antara setengah sadar dan tidak selimutku sudah tidak menutupi kepalaku dan kulihat sangat jelas sekali 1 sosok ghoib, kalau orang bilang Genderuwo. Berdiri ditengah tengah kamar menghadap ke utara. Badannya berbulu , rambutnya terurai sampai ke lantai, tingginya setinggi almari lebih sedikit. Bulu-bulu hitamnya lebat. Entah berapa lama aku ternganga “diperlihatkan” makhluk dimensi lain itu. Yang jelas saat itu aku sangat tidak menyangka bisa diperlihatkan sosok yang selama hidupku belum pernah aku melihatnya.

Kutenangkan hatiku , dadaku yang berdegup tak teratur setelah membaca Ayat Kursy sedikit mereda, namun sosok menyeramkan itu belum juga hilang. Reflek aku baca suatu Ayat : “Wakul ja al qakku wahazakol bathil innal bathila kana zahuuko”, terus kuulang ulang. Dan Alhamdulillah dengan izin Alloh sosok itupun menghilang.

Lega terasa…..namun keringat ini sudah basah di sekujur punggung dan mukaku. Belum juga lama nyenyak tidurku, aku dikejutkan lagi denga 1 sosok baru. Orang menyebutnya Kuntilanak. Astaghfirullohaladzim….apalagi ini. Aku berangkat kesini dengan niat baik-baik, kerja untuk ibadah, tidak berpikiran macam-macam, malam pertama kok diperlihatkan sosok-sosok menyeramkan seperti ini.

Kuntilanak itu berdiri tepat di bekas genderuwo tadi berdiri. Sosoknya memakai gaun putih panjang, rambutnya putih semua menjuntai sampai ke lantai. Mukanya datar, tatapannya kosong melihat kearah luar kaca jendela. Akupuna resah dan gelisah lagi , keringat bercucuran lagi, mau lari juga kemana, sudah masuk kira-kira jam 3 pagi. Aku yakinkan rasa takut ini dengan bacaan-bacaan Al Qur’an, Dan terakhir kubaca ayat yang dinukil dari AlQur’an (entah di Surat apa , lupa aku).

“Wakul ja al qakku wahazakol bathil innal bathila kana zahuuko”.

Mungkin hal ini berlangsiung 15menitan. Atau bahkan lebih, sebab bgitu aku bangun dari tidur untuk sholat subuh kumandang adzan sudah terdengar lirih.

Kucoba melupakan peristiwa malam pertama yang baru kulewati. Pagi-pagi sekitar jam 7 wita P.Dadang mengajakku jalan-jalan keliling sekitar mess. Biar sedikit tahu lingkungan sekitar mungkin pikirku bgitu. Di jalanan aku ceritakan tentang peristiwa semalam kepadanya. Tak kusangka justru ia mengiyakan sosok itu. Maksud Bapak ? “Ya..memang ada penghuninya di mess itu, diantaranya yang kamu lihat semalam itu”, ujar P.Dadang santai….

5 komentar:

annisa mengatakan...

Ih mas kok serem gt. Aduh mas test-nya belon selesai keburu temenku cuti n banyak trouble disini. Masih setengah jadi. Belum tak uprek2 lagi. sampeyan wani tah mas di MESS yang kayak gt sendirian? hiiiii

hendrik mengatakan...

Yah...namanya juga nawaitunya kerja,ndak punya pikiran macam2, apalagi kesana pengen ketemu yg bagituan .
Nisa pernah ketemu spt itu ? amit amit jangan deh, apalgi nyamperin hiiiii.....

annisa mengatakan...

Aduh g deh...amit2 jabang memedi aku g mau ketemu sama barang2 gt. Untung deh ah aku belon ketemu meskipun dulu kata temenku sering ketemu Munmun di kamarku tapi aku g pernah digangguin. Amien .....

Anonim mengatakan...

wah... ceritanya serem, tapi seru..he...he.. kok nggak ada kelanjutannya lagi. malam-malam berikutnya gimana? masih diganggu nggak?

hendrik mengatakan...

Malam berikutnya aku kerja sampai larut di kantor . Klo sdh capek br ke mess tidur....

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum