Ternyata ber-wirausaha (programmer) masih juga tidak bisa santai

Memulai Wirausaha IT


Dulu, semasa saya masih menjadi seorang karyawan (pekerja/buruh) di suatu kantor swasta, bayangan saya “Enaknya menjadi seorang wiraswasta(programmer freelance), bisa santai kerjanya, nggak diatur bos, nggak dimarahi manager, nggak di komplain divisi lain dan sebagainya dan sebagainya..”, bayanganku ketika itu. Eh ternyata sekarang sudah jadi programmer freelance masih juga disibukkan dengan project-project yang deadline-nya mepet . Tulisanku kali ini mengisahkan sekelumit perjalananku dalam mendaki menjalani pengembaraan menjadi programmer freelance.

Saat sekarang menjadi seorang wiraswasta/wirausaha, ternyata bayangan/impianku saat menjadi pekerja itu salah besar. Mulai dari pertama menjadi new enterpreneur (bahasa kerennya bgityu) , masih sibuk mencari relasi dan peluang. Sodor proposal sana sini, ketuk ketuk pintu dari instansi ke instansi. Setiap hari sibuk membuat program untuk nanti di demokan. Satu bulan, kadang dua bulan belum tentu dapat project. Namun karena dulu ada 1 project yang menjadi langkah awalku mendapat relasi di pemerintahan saat pertama kali saya di kontrak di Biro Kepegawaian Propinsi Jatim (sekarang mungkin sudah diganti menjadi BKD Propinsi Jatim) yang terletak di Gedung Gubernuran Jatim Sby sana. Jadi saya memulai tidak terlalu nol besar saat menginjakkan kaki di kwadran yang penuh tantangan dan masa depan yang belum aku ketahui dan jarang bisa diperhitungkan ini.

Prinsipku saat itu membuat program semampuku dan sebaik-baiknya itu saja. Walaupun saat itu saya hanya bisa Delphi , saya memang meniatkan untuk fokus dulu menguasai Delphi. Lambat laun , Program Kenaikan Pangkat PNS Golongan III/d ke IV/a telah mengalami perbaikan untuk beberapa versi , sampai suatu saat tahun ke 3 saya melepaskan diri dari Biro Kepegawaian Jatim, karena kalau saya bercokol disitu terus kurang baik bagi seorang wirausaha IT. Akhirnya saya kader PNS di situ yang notabenenya adik kelas saya di MITEK – UB dulu. (Untuk dia : “Terimakasih atas kerjasamanya selama ini “)

Dari Program Kenaikan Pangkat PNS yang diimplementasikan BKD se Jawa Timur itu kemudian saya mendapat project-project yang berkenaan dengan Kenaikan Pangkat PNS di daerah, mulai dari BKD Jember (P.Heru), BKD Gresik (P.Budi/P.Tohir) , BKD Kab. Kediri (Bu Sri/P.Bambang) , BKD Mojokerto (P.Fudi) dan BKD Tulungagung (P.Min) . Pernah juga diundang oleh BKD Trenggalek namun belum ada kejelasan anggaran akhirnya belum terlaksana.

Dari program KP (Kenaikan Pangkat) , tahun demi tahun aku lalui dengan saya masih single fighter, saya mulai membuat berbagai aplikasi masih berbasis desktop. Pencarian jatidiri di dalam wirausaha memang harus saya lakukan, saya harus meletakkan brand image di mana ? akhirnya saya fokuskan pada project-project Sistem Informasi di pemerintahan, namun sembari juga mengerjakan client di swasta. Namun porsinya mungkin 70%:30% anatara Project Pemerintahan : Swasta .

Single fighter memang menguras banyak tenaga dan pikiran. Namun saya lalui dengan enjoy. Membuat program tidak sesulit dulu saat pertama kali belajaran, serasa berat sekali. Dan yang membuat saya matang adalah ketika dihadapkan kasus-kasus di lapangan langsung dimana permintaan itu harus segera diselesaikan saat itu juga. Karena mungkin di luar kota daripada bolak balik capek, mau tidak mau ya harus diselesaikan. Membutuhkan konsenstrasi tinggi dan putar otak. Kalau menghadapi kasus seperti itu, saran saya pikiran harus tenang, jangan mikirin cepet pulang. Ukurlah kasusnya terlebih dahulu. Apakah sudah punya solusi atau belum ? Kalau belum punya JANGAN MENYERAH sebelum perang. Terkadang saat kasus yang belum punya solusi dan belum pernah saya hadapi, disitulah letak keasyikannya. Anda akan menemukan hal baru dan ketika bisa menyelesaikan kasus itu rasa tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mak nyesss....pikiran serasa segar kembali.

Tapi jangan dikira kasusnya mudah dipecahkan semua, ada yang sulitnya minta ampun. Sudah waktunya mepet (karena rata-rata client-client saya Instansi Pemerintahan calling saya mendadak dan mendesak), maka mau tidak mau saya harus selesaikan secepatnya. Dari situlah mental dan kematangan memrogram terasah.

Mengulang mimpi / angan-angan saya, diawal tulisan ini tadi, enaknya wirausaha ternyata belum saya alami sampai sekarang. Memang pernah saya coba untuk merasakan tidur siang hari kalau saya mau, (katanya hanya seorang wirausaha yang bisa tidur siang hari) , pernah saya mencoba hari sabtu , minggu libur ditambah hari senin , karena dulu waktu jadi karyawan kalau sudah hari senin bawaannya mualess banget, penyakit I Don’t like Monday. Akhirnya ketika wirausaha aku coba meliburkan diri hari senin. Pernah juga mencoba melepaskan dari rutinitas dengan liburan ke luar kota pada hari kerja bagi orang lain. Ketika percobaan-percobaan itu saya jalani ternyata tidak berlangsung lama dan kontinue. Ternyata di tahun ke 3 wirausaha , di depan sudah menunggu banyak project yang harus diselesaikan. Semakin lama semakin banyak yang harus ditangani , sedangkan tangan ini masih saja 2, kanan dan kiri. Mau tidak mau saya harus mencari tangan-tangan lainnya. Pencarian partner kerja sebenarnya sudah sejak lama, tapi belum ada yang bisa di ajak / di kader , maklum di Kediri . Masih sulit mencari progammer handal di Kediri, kebanyakan yang berprofesi jadi programmer di Kediri pada cari kerja di kota-kota besar seperti di Surabaya, Jakarta, Bandung, Jogja, dsb. Jadi daerah kecil malah ditinggal para putra-putra daerah yang memiliki potensi. Hal ini termasuk menjadi insting saya untuk balik kampung. Ketika orang mencari kerja di kota-kota besar, saya justru memutar roda ini ke kota kecil. Kalau semua programmer ke kota besar, kota-kota kecil menjadi kosong kan ?? Tak dipungkiri gaji programmer di kota besar sangat menggoda, apalagi menjadi pekerja merupakan pilihan AMAN, karena gaji bulanan. Sedangkan wirausaha IT (programmer freelance) sangat tidak bisa dipastikan gajinya, penghasilan ada kalau ada project, itupun juga pembayaran termin, tidak bisa langsung terima di muka.

Sampai saat ini saya belum juga sukses, masih merasakan betapa waktu seolah-olah waktu masih kurang, sempit, kerja masih lembur sampai pagi, hari sabtu / minggu justru hari tersibuk untuk coding program, walaupun saat ini saya mengangkat pegawai 1 orang partner kerja yang saya gaji bulanan, dan 1 orang lagi ikut membantu , dan partner2 temporary lainnya. Ya...saatnya saya kaderisasi, selain membagi ilmu , juga pekerjaan yang menumpuk jadi terbantu. Bukannya program tidak bisa saya kerjakan tapi untuk apa saya bekerja sendiri. Hal ini akan anda alami suatu ketika apabila Anda memang berkecimpung dalam bidang IT khususnya pembuatan software. Khususnya bagi Anda yang memang awalnya menjadi programmer, bukan karena punya modal terus menggaji programmer-programmer. Awal saya berkarir jangan dikira sudah punya apa-apa, modal hanya otak saja. Dulu laptop saja tidak punya, punya PC pun yang ecek-ecek dikit-dikit hang. Kalau buat ngompile program nungguuuuu lama sucsessnya.

Ternyata semua hanyalah proses, dan saat inilah saya mendedikasikan berbagi ilmu dan berbagi rezeki. Walaupun tidak memiliki karyawan ratusan orang, paling tidak sudah membantu mengentaskan pengangguran , mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai sekarang. Semoga Alloh meridhloi.....Amiinnn…

Bagi sobat-sobat muda, jangan menyerah untuk menuju wirausaha IT. Jalani dengan semangat, senang pada pekerjaan (menjadi programmer), mantapkan langkah , jangan surut kalau mendapat kasus, fokus, jangan cepat puas dengan ide-idemu sekarang, terus berkreasi, dan...tebarkan ilmumu (khususnya programming) walaupun satu baris.

Begin

Close;

End;

Thanks untuk semuanya....

8 komentar:

CoLiq mengatakan...

:) He2.. kari panen


Soal berwirausaha karena pengen bisa rehat se-enaknya, pikirane orang ki sama aj ya :).

Jangan salah Mas, pegusaha itu malah jarang ada waktu luang. apalagi kalau sudah banyak bidang yg dirambah, dijamin jarang pulang :). Mikir untung rugi, mikir inovasi, mikir gmn persaingan kedepan, mikir karyawannya, belum keluarganya :). beda dengan buruh/karyawan yg HANYA bermodal kerja dengan baik aja cukup.

berdasar survey tentang Rasa bahagia, jarang sekali orang yg ada di top management(direktur, owner, bos) merasa bahagia, begitu juga yg bottom. yg paling besar adalah di middle management.(semoga ga salah)

- itu berdasarkan pengamatan dan wawancara :) sebagian kecil pengalaman pribadi.

hartoto mengatakan...

mantap & tks mas mau sharing...

saya bisa bantu di visual basic mas...

saya di sini:
http://xbasicpro.com

hendrik mengatakan...

Sippp

Admin mengatakan...

dari konsultan mana ini pak? kapan diundang ke Trenggalek?

Untuk aplikasi KP khan sudah aa SAPK BKN?

Anonim mengatakan...

Delete shis text plz. Sorry

tesmo jones mengatakan...

salam sukses luar biasa

harisrozak mengatakan...

Tulisan ini membuka wawasan saya,karena saya masih menjadi karyawan,dan punya mimpi yang sama yaitu bisa menjadi programmer wirausahawan yang nyantai

harisrozak mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

SIAKAD

SIAKAD
Sistem Informasi Akademik

Hit Counter


View My Stats

Simpeg

Simpeg
Sistem Informasi Kepegawaian

SIMPAU

SIMPAU
Sistem Informasi Perijinan Angkutan Umum