Aneh, ngoding pake php *dkk bikin cepet lapar…
(* dan kawan-kawan : javascript, css, jquery, ajax, dll)
Ini yang saya alami selama satu minggu ini. Saya begitu mudah cepat lapar ketika coding (membuat program) untuk membangun suatu website. Semula , satu minggu yang lalu, karena agenda proyek yang begitu mendesak untuk mengerjakan pesanan website salah satu client , maka agenda kerja saya ganti . Yang semula berkutat mengerjakan desktop aplikasi dengan bahasa program Delphi, segera saya membuat rancangan demi rancangan untuk mencari ide website. Kira-kira 3 hari 3 malam ide itu baru ketemu , “klik “ dengan feel, pas dengan “bayangan” rasa ini. Lika liku mencari ide kasarnya sungguh membuat saya agak menguras hati (bukan otak). Sedangkan ide halusnya mudah sekali ketika ide kasarnya sudah ketemu. Saya menyadari salah satu sebabnya mungkin porsi proyek yang selama ini saya tangani 80% desktop aplikasi dan sisanya 20% web based. Nah karena sering terasah daya pikir dan logika maka feel itu kurang “nendang”. Dan mungkin berat juga ketika sehari-hari terbiasa dengan bahasa pemrograman delphi terus tiba-tiba berganti PHP dkk. Seperti layaknya terbiasa berlatih bela diri kyokusinkei kemudian beralih ke pencak silat dengan unsur keindahan, seperti layaknya terbiasa makan nasi goreng yang kalo masak pakai angklo+arang , matang langsung sikat sekarang berganti makan di restoran itali dengan unsur keindahan cara menghidangkan , cara makan yang menurut table manner, dan mungkin kata yang perokok seperti layaknya antara rokok kretek berganti dengan rokok cerutu. Kenapa saya misalkan seperti hal-hal diatas ? Supaya pembaca bisa menyelami walopun tidak persis. Karena memprogram dengan delphi dan php , Anda harus menempuh kuliah dulu 3-4 tahun, nah daripada kuliah lagi 3-4 tahun mending saya ibaratkan seperti jenis bela diri, seperti makanan, seperti rokok. Masing-masing pada kelompok yg sama dan sejalur. Masih sama-sama beladiri, masih sama-sama makanan, masih sama-sama rokok. Begitu juga delphi dan php, sama-sama bahasa pemrogramannya.
Yang saya rasakan selama mencari ide dan coding memakai php (dan kawan-kawannya php / php and friends) perut ini menjadi mudah lapar. Semula saya kurang menyadari hal ini. Namun mendekati akhir pekerjaan website ini , saya baru sadar dan berpikir tentang perubahan : perut menjadi mudah lapar dan sering belanja malam ke minimarket untuk beli camilan. Padahal dibandingkan ketika saya ngoding pakai Delphi , di depan meja selalu hanya ada sebotol air mineral saja, dan jarang sekali ada camilan macam-macam. Dan juga saya menghindari yg namanya makan tengah malam atau nyamil. Namun ketika membangun proyek website ini, kalo tidak nyamil ya makan tengah malam. Bukan karena apa-apa, tapi memang perut ini terasa lapar sekali. Godaan perut yang keroncongan sudah tak bisa ditahan. Entah kenapa hal ini bisa terjadi.
Mungkinkah perlu diadakan pengumpulan data statistik mencari korelasi antara reaksi tubuh ketika memprogram dengan menggunakan php (dkk) dengan reaksi tubuh ketika memprogram menggunakan Delphi (atau sejenisnya). Tidak begitu pentingkah hal ini ? Namun pernah suatu ketika masih pemula saya mengalami kebingungan menentukan saya harus fokus di bahasa program apa …? Wong dokter saja ada program spesialisasinya, pun juga ada profesi yang masih 1 jalur tapi dibuat spesialisasinya bercabang-cabang…..begitu juga dunia IT terkhusus programmer. Mungkin ada yang bisa memberi pencerahan.
(Kembali ngoding dulu…..)
0 komentar:
Poskan Komentar